Ulasan 3 – Pendahuluan 2

Kamus adalah sahabat penerjemah, jadi jangan sampai dibiarkan menganggur di rak. Berikut beberapa manfaat kamus.

Pertama, tentu, mengetahui makna kata yang tidak dikenal. Misalnya, saya baru pertama kali bertemu dengan kata ordnance. Meskipun dari konteks kalimatnya saya menebak bahwa kata ini berarti peluru, tetapi dalam menerjemahkan, kita tidak boleh main tebak-tebakan, harus tahu persis makna setiap kata. Setelah membuka kamus, ternyata kata ini berkaitan dengan persenjataan, antara lain perlengkapan senjata, termasuk peluru.

Kedua, mengetahui makna lain dari kata yang sudah dikenal. Jadi, meskipun misalnya kita sudah tahu arti kata stories atau intelligence, kalau terjemahan yang dihasilkan terasa aneh, itu tanda bahwa kita harus memeriksa kamus. Apalagi kalau ada perubahan jelas kata. Misalnya, chamber yang umumnya kata benda (bilik) tahu-tahu menjadi kata kerja (chambered), itu tanda lain untuk segera memeriksa kamus.

Ketiga, mengetahui nuansa dan makna persis suatu kata. Misalnya, barangkali kita sudah sering bertemu dengan kata crouch saat membaca novel, tetapi biasanya menyimpulkan artinya dari konteks. Barangkali selama ini, kira-kira artinya berjongkok atau semacamnya. Nah, kita bisa melihat kamus untuk memastikan makna persisnya, sehingga kita bisa memilih kata Indonesia yang tepat dalam terjemahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s