Latihan 5

Teks latihan 16 Februari – 14 Maret 2015. Untuk berlatih, silakan terjemahkan teks ini dan setelah selesai, bandingkan dengan ulasan yang telah ditayangkan.

Leopold Bassett flitted across the room to where his brother, Maxwell, was quietly nursing a glass of wine.

“Max, I just heard from my spotter in the lobby,” Leo said in a giddy half whisper. “Lavinia is on her way up. Can you stop brooding for twenty minutes?”

“I’m not brooding. I was just enjoying this absolutely exquisite Sancerre and trying to calculate how much this latest junket of yours is costing us.”

“You can stop calculating,” Leo said, “because now that I know Lavinia is coming, it’s worth every dime. She’s the only one we really care about.”

“Then why did we pay fifteen thousand dollars for the Royal Suite at the Ritz-Carlton, and what are the rest of these freeloaders doing here besides pigging out on caviar and swilling champagne?”

“Max, I don’t tell you how to design jewelry, so don’t go lecturing me on how to plan a soirée de publicité. If Lavinia walked into an empty room, she’d walk right out. These people are cannon fodder. I papered the house.”

“For one lousy gossip columnist?”

Gossip? Try fashion guru. People hang on every word this woman writes, every photo she prints. She’s a tastemaker, a trendsetter.”

The door to the suite opened, and Lavinia Begbie entered.

“Well, well,” Max said. “Judging by the arched eyebrows and frozen forehead, it looks like the hot new trend is Botox jobs gone horribly wrong. Her face looks like she had a stroke.”

“I hate you,” Leo said, and hurried across the room to greet the new arrival and her entourage: a photographer, an assistant, and a West Highland white terrier that Lavinia was cradling in her arms.

278 kata. Diambil dari NYPD Red 4, James Patterson & Marshall Karp

32 thoughts on “Latihan 5

  1. LEOPOLD BASSETT bergegas menyeberangi ruangan ke tempat adiknya, Maxwell, yang sedang menikmati segelas anggur dalam ketenangan.

    “Max, aku baru mendengar dari mata-mataku di lobi,” Leo mengatakan dengan risau setengah berbisik. “Lavinia sedang berjalan (up) menuju kemari. Bisakah kau berhenti melamun selama dua puluh menit?”

    “Aku tidak melamun. Aku hanya sedang menikmati Anggur Sancerre yang sangat sempurna sambil mencoba menghitung beban biaya (this) pesta makan terakhir yang kau adakan.”

    “Kau bisa berhenti berhitung,” kata Leo, “karena sekarang (that I know) kedatangan Lavinia lebih berharga setiap sen-nya. Dia adalah satu-satunya yang harus kita pedulikan.”

    “Terus kenapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk Ruangan Royal di Hotel Ritz-Carlton, dan apa pula yang di lakukan umang-umang itu di sini selain melahap kaviar dan menelan sampanye?”

    “Max, aku tidak mengajarimu cara mendesain perhiasan, jadi jangan menguliahiku tentang cara merencanakan publisitas malam. Jika Lavinia masuk ke dalam ruangan kosong, dia akan langsung pulang. Orang-orang ini adalah umpan meriam. Aku telah memberikan tiket gratis untuk pertunjukannya.

    “Untuk seorang kolumnis gosip yang payah?”

    “Gosip? Sebut guru busana. Orang-orang bergantung pada setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang dicetaknya. Dia orang berpengaruh, seorang pencipta tren.”

    Pintu ke ruangan itu terbuka. Dan muncullah Lavinia Begbie.

    “Eh bagus(,)” ucap Max. “Melihat dari alis melengkung dan dahi membeku, sepertinya tren paling panas saat ini adalah Suntik Botox yang mengerikan. Wajahnya tampak seperti dia telah mengalami stroke.”

    “Aku membencimu,” kata Leo, dan bergegas melintasi ruangan untuk menyambut kedatangan tamu tersebut beserta rombongannya: fotografer, asisten, dan anjing terrier putih jenis West Highland yang Lavinia peluk dalam gendongannya.

    Like

  2. Leopold Bassett tergesa-gesa (across the room) mendekati Maxwell, saudaranya, yang sedang menikmati segelas anggur dengan khidmat.

    “Max, aku baru saja mendengar kabar dari pengintaiku di lobi,” kata Leo (giddy) setengah berbisik. “Lavinia sedang naik ke atas sini. Bisakah kau berhenti melamun untuk 20 menit?”

    “Aku bukan melamun. Aku hanya sedang menikmati anggur Sancerre yang spektakuler ini sembari mencoba untuk menghitung biaya yang harus kita habiskan untuk liburan mewahmu ini.”

    “Tidak usah mempersoalkan itu lagi,” kata Leo, “karena mengetahui bahwa Lavinia sedang menuju kesini, membuat semua biaya itu pantas dikeluarkan. Dia adalah satu-satunya alasan mengapa kita kesini.”

    “Kalau begitu buat apa kita membayar lima belas ribu dolar untuk sebuah kamar Royal Suite di Ritz-Carlton? Dan buat apa orang-orang ini kemari kalau bukan mengharapkan gratisan kaviar dan sampanye?”

    “Max, aku gak ceramahin kamu tentang cara mendesain perhiasan, jadi jangan kuliahin aku tentang bagaimana cara merencanakan sebuah soiree de publicite. Jika Lavinia masuk ke sebuah ruangan kosong, dia segera beranjak keluar lagi. Orang-orang ini di sini hanya sebagai peramai saja. Aku yang memanggil mereka semua.”

    “Hanya untuk seorang kolumnis gosip?”

    “Gosip? Fashion guru, tau!. Apa yang ditulisnya, setiap foto yang dicetaknya, menjadi pusat perhatian. Benar-benar seorang trendsetter sejati.”

    Pintu suite terbuka, dan Lavinia Begbie pun memasuki ruangan itu.

    “Ya, ya,” celetuk Max. “Melihat dari alisnya yang melambung dan jidatnya yang membeku, sepertinya trend yang lagi hangat sekarang adalah operasi Botox yang gagal. Wajahnya kelihatan seperti dia sedang kena stroke.”

    “Aku benci padamu,” tukas Leo, dan bergegas mendekati tamu yang baru sampai itu beserta rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing West Highland White Terrier yang sedang digendong Lavinia.

    Like

  3. Bu, adakah kamus online English-Indo semacam oxford yang dapat memberikan alternatif terjemahan untuk keperluan latihan ini, atau Google translate sudah memadai? Saya sering kesulitan menemukan kata dalam bahasa Indo untuk istilah seperti spotter, nursing.. meskipun saya sudah dapet “feel” nya dari kebiasaan nonton menggunakan sub english & penjelasan kamus oxford. Terimakasih.

    Like

  4. Saya coba ya…. sepertinya banyak jebakan batman (^o ^)v
    ———————————————————
    Leopold Basset bergegas menuju ruangan tempat saudara laki-lakinya, Maxwell, yang sedang termenung-menung sambil menikmati segelas anggur.

    “Max, aku baru saja dengar dari pelayanku di lobi,” Leo berseloroh setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju (up) kemari. Berhentilah melamun barang dua puluh menit?”

    “Aku tidak melamun. Aku hanya sedang menikmati anggur Sancerre yang istimewa ini sambil menghitung-hitung berapa banyak biaya yang kita keluarkan untuk perjalananmu kali ini.”

    “Berhentilah menghitung,” kata Leo, “sebab, sekarang aku sudah tahu Lavinia akan datang, semuanya sepadan dengan setiap sen yang dikeluarkan. Hanya wanita itu saja yang perlu kita perhatikan.”

    “Lalu kenapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk kamar Royal Suite di hotel Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan semua orang-orang aji mumpung itu di sini selain makan caviar dan minum anggur dengan rakus?”

    “Max, aku tidak mengajarimu cara mendesain perhiasan, jadi jangan mengajari aku cara berpromosi. Jika Lavinia berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan kosong, dia bakal langsung pergi. Orang-orang ini cuma umpan. Aku membuat acara ini sebagai samaran.”

    “Hanya untuk seorang kolumnis gosip yang payah?”

    “Gosip? Bagaimana kalau suhu dunia mode. Orang-orang merujuk pada setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang dicetak. Dia orang yang sangat berpengaruh, seorang trendsetter.”

    Pintu kamar hotel dibuka, lalu Lavinia Begbie masuk.

    “Wah, wah,” kata Max. “Dinilai dari lengkungan alis dan dahi kaku, rupanya tren terbarunya adalah suntik Botox gagal total. Wajahnya seperti habis disengat listrik.”

    “Kau menyebalkan,” kata Leo, lalu bergegas menyeberangi ruangan untuk menyapa sang pendatang baru dan rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier putih West Highland dalam gendongan lengan Lavinia.

    Like

  5. Leopold Bassett tergesa melintasi ruangan ke tempat adiknya, Maxwell, menyeruput segelas anggur dalam diam.

    “Max, baru saja kudapat kabar dari mata-mataku di lobi,” kata Leo setengah berbisik dengan antusias. “Lavinia tengah menuju ke sini (up). Bisakah kau berhenti mencemaskan hal-hal buruk selama dua puluh menit?”

    “Aku tidak mencemaskan hal-hal buruk. Aku hanya menikmati anggur Sancerre yang sangat istimewa ini dan mencoba menghitung seberapa besar biaya pelesirmu yang terbaru ini akan membebani kita.”

    “Kau boleh berhenti berhitung,” ujar Leo, “karena sekarang setelah aku tahu Lavinia akan datang, setiap sen jyang dihabiskan jadi bernilai. Hanya dia seorang yang benar-benar kita pedulikan.”

    “Kalau begitu mengapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk kamar Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan para penumpang gratis lainnya di sini selain melahap kaviar dengan rakus dan menghabiskan sampanye?”

    “Max, aku tidak menceritakan cara mendesain perhiasan padamu, jadi jangan mulai menceramahiku cara merancang soirée de publicité. Jika Lavinia masuk ke ruangan kosong, ia pasti langsung angkat kaki. Orang-orang ini semacam umpan. Aku membagi-bagikan tiket masuk gratis agar tempat ini terlihat ramai.

    “Untuk seorang kolumnis berita gosip yang buruk?”

    “Berita gosip? Fashion guru, mungkin. Orang-orang memegang teguh setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang ia cetak. Dia panutan, seorang trendsetter.(“)

    Pintu kamar terbuka dan Lavinia Begbie masuk.

    ‘Well, well,” kata Max. “Melihat dari alisnya yang melengkung dan dahinya yang membeku, sepertinya tren baru hangat saat ini adalah Botox (jobs) yang gagal dengan mengerikan. Wajahnya membuat ia tampak seperti terkena stroke.”

    “Aku benci padamu,” kata Leo, dan bergegas menyeberangi ruangan untuk menyambut tamu beserta pengiringnya: satu fotografer, satu asisten, dan seekor anjing terrier dari West Highland yang digendong Lavinia.

    Like

  6. Leopold Bassett berlari-lari kecil melintasi ruangan untuk menghampiri saudaranya, Maxwell, yang sedang menikmati segelas anggur (quietly).

    “Max, aku baru saja mendengar dari orang yang kusuruh mengawasi di lobi,” Leo setengah berbisik dengan antusias. “Lavinia sedang naik kesini (up). Bisakah kau berhenti merenung selama dua puluh menit?

    “Aku tidak sedang merenung. Aku hanya sedang menikmati anggur Sancerre yang mewah ini dan mencoba untuk menghitung biaya pesta yang kau adakan.”

    “Kau bisa berhenti menghitung”, kata Leo, “karena sekarang Lavinia datang ke sini, dan ia sebanding dengan biaya yang kita habiskan. Dialah satu-satunya alasan kita mengadakan pesta ini.”

    “Lalu untuk apa kita membayar lima belas ribu dolar demi ruang Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan para pembonceng itu disini selain ikut menghabiskan caviar dan sampanye?

    “Max, aku tidak mengajarimu cara mendesain perhiasan, jadi jangan mengajari aku cara mengadakan pesta malam. Jika Lavinia datang ke pesta yang sepi, ia akan langsung pulang. Orang-orang ini hanya umpan. Aku menyiapkan ruangan ini dengan seksama.

    “Demi seorang kolumnis gosip payah?”

    “Gossip? Dia adalah pakar fashion. Orang-orang mengikuti tiap kata yang ditulisnya, dan tiap foto yang dicetaknya. Dialah yang memimpin tren fashion orang-orang.

    Pintu menuju ruangan tersebut terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Hmm, coba lihat dia,” kata Max. “Dilihat dari alisnya yang melengkung tajam dan dahinya yang kaku, kelihatannya tren saat ini adalah operasi Botox yang gagal. Wajahnya terlihat seperti orang yang menderita stroke.”

    “Aku benci kau,” kata Leo, kemudian ia buru-buru menyambut si tamu yang baru saja datang dan rombongan pengiringnya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier West Highland yang digendong Lavinia.

    Like

  7. Leopold Bassett melintasi ruangan dimana saudaranya, Maxwell, sedang khusyuk bermain-main dengan segelas wine(.)

    “Max, aku baru saja dengar dari mata-mataku di lobi”, Leo berkata (giddy) setengah berbisik. “Lavinia sedang dalam perjalanan (up) ke sini. Bisakah kamu berhenti mengkhayal 20 menit saja?”

    “Aku tidak sedang berkhayal. Aku sedang menikmati Sancerre yang luar biasa istimewa ini dan mencoba berhitung berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk acara jamuan makanmu ini”.

    “Kamu bisa berhenti berhitung”, sela Leo, “karena dengan adanya kedatangan Lavinia, jamuan makan ini menjadi tak ternilai harganya. Dia satu-satunya yang harus kita perhitungkan(.)

    “Lalu kenapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk Royal Suite di Ritz-Carlton dan apa yang para aji mumpung ini lakukan disini selain menghabiskan kaviar dan sampanye?”

    “Max, aku tidak pernah mendiktemu tentang bagaimana caranya merancang perhiasan jadi jangan coba ajari aku tentang cara berpromosi. Jika Lavinia masuk dan ruangannya kosong, dia akan pergi tanpa pikir panjang. Orang-orang ini adalah umpan. Aku sengaja menyewa mereka untuk acara ini.”

    “Hanya untuk satu kolumnis gosip yang payah?”

    “Gosip? Maksudmu Nabi di bidang Mode. Orang-orang berpegang pada apa yang dia tulis, tiap foto yang dia cetak. Dia adalah pencipta gaya, pemimpin tren(.)

    “Ya, ya”, ujar Max. “Dilihat dari lengkungan alis dan dahi yang pucat, sepertinya tren terbaru adalah operasi Botox yang berjalan buruk. Wajahnya terlihat seperti habis terserang stroke(.)

    “Aku benci kamu,” timpal Leo dan bergegas ke ujung ruangan lain untuk bertemu dengan rombongan sang kolumnis; seorang fotografer, asisten dan anjing West Highland Terrier putih yang Lavini buai di lengannya.

    Like

  8. Leopold Bassett flitted melewati sebuah ruangan dimana saudara laki-lakinya, Maxwell, dengan tenang sedang membersihkan sebuah gelas anggur.

    “Max, baru saja aku mendengar dari pengintaiku di lobi ,” Leo berkata gamang setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju kemari (up). Bisakah kau berhenti murung selama 20 menit?”

    “Aku tidak sedang murung. Aku hanya sedang menikmati Sancerre yang sepenuhnya indah sekali dan mencoba menghitung seberapa banyak bubur susu terakhirmu menguntungkan kita.”

    “Kamu bisa berhenti menghitung,” Leo berkata, “Dengan mengetahui Lavinia datang, memperlayak setiap 10sen. Dia satu-satunya orang yang kami jaga.”

    “Lalu kenapa kita membayar 15 ribu dolar untuk Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa keuntungan dari makan dan minum dengan cuma-cuma disini selain terlalu banyak makan kaviar dan sampanye?

    “Max, aku tidak meminta kamu cara merancang berlian, jadi jangan mengguruiku cara merencanakan sebuah soirée de publicité. Jika Lavinia berjalan ke sebuah ruangan yang kosong, dia akan langsung pergi. Orang-orang ini seperti peraturan serdadu umpan meriam. Aku memberi karcis bebas.”

    “Untuk satu penulis gosip buruk?”

    “Gosip? Coba model guru. Orang-orang mendengarkan setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang dia cetak. Dia adalah seorang penyebar model, menjadi pusat perhatian.

    Pintu ke ruangan terbuka,dan Lavinia Begbie masuk.

    ya, ya,” Max berkata. “Menilai dengan alis mata membusur dan kening membeku, itu seperti tren panas baru adalah hilangnya pekerjaan Botox secara mengerikan. Wajahnya seperti punya penyakit stroke.”

    “Aku membencimu,” Leo berkata, dan dengan terburu-buru melewati sebuah ruangan untuk menyapa pendatang baru beserta rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, dan sejenis anjing West Highland putih yang diayunkan di lengannya.

    Like

  9. Leopold Bassett melintas ke seberang ruangan di mana saudaranya, Maxwell, diam-diam menyesap segelas anggur.

    “Max, aku baru saja mendengar dari pengawasku di lobi,” kata Leo (giddy) setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju ke atas. Bisakah kau berhenti merenung selama dua puluh menit? ”

    “Aku bukan sedang merenung. Aku hanya sedang menikmati anggur Sancerre yang benar-benar elok ini dan mencoba menghitung berapa banyak uang kita yang kau habiskan untuk pelesir terakhirmu ini.”

    “Kau bisa berhenti berhitung,” ujar Leo, “karena sekarang Lavinia datang, jadi setiap sen untuk itu layak. Dia satu-satunya yang sungguh-sungguh kita pedulikan.”

    “Lalu kenapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk ruang Royal Suite di hotel Ritz-Carlton, dan apa yang orang-orang tukang menumpang ini lakukan selain rakus melahap kaviar dan menenggak sampanye di sini?”

    “Max, aku tidak memberi tahumu bagaimana cara merancang perhiasan, jadi jangan menguliahiku tentang cara merencanakan pesta promosi. Jika Lavinia masuk ke ruangan yang kosong, dia akan pergi keluar saat itu juga. Orang-orang ini yang meramaikan. Aku memperbaiki rumah. “

    “Demi seorang kolumnis gosip yang buruk?”

    “Gosip? Dia ahli mode. Orang-orang memperhatikan setiap kata yang ia tulis, setiap foto yang ia cetak. Dia seorang pencipta selera, pengatur tren.”

    Pintu suite terbuka, dan masuklah Lavinia Begbie.

    “Wah, wah,” ujar Max. “Dilihat dari alis melengkung dan dahi bekunya, sepertinya tren terbaru yang sedang panas-panasnya adalah salah operasi Botox yang mengerikan. Wajahnya tampak seperti orang kena stroke.”

    “Aku benci kau,” kata Leo, dan bergegas melintasi ruangan untuk menyambut tamu beserta rombongannya yang baru datang: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier putih jenis West Highland di buaian Lavinia.

    Liked by 1 person

  10. Akhirnya sempat memposkan terjemahan lagi di sini:
    ====================
    Leopold Basset berjalan melesat menyeberangi ruangan menuju saudaranya, Maxwell, yang dengan tenang meneguk segelas anggur.

    “Max, aku baru saja mendengar dari penilikku di lobi,” ujar Leo dengan semangat setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju ke sini (up). Bisakah kau berhenti bermuram selama dua puluh menit?”

    “Aku tidak bermuram. Aku hanya sedang menikmati anggur Sancerre yang sungguh istimewa ini dan mencoba menghitung berapa biaya yang kita keluarkan untuk pesta terbarumu ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” ujar Leo, “karena sekarang setelah aku tahu Lavinia akan datang, setiap uang kita tidak akan terbuang sia-sia. Hanya dia yang penting untuk kita.”

    “Lalu kenapa kita menyewa kamar Royal Suite seharga 15.000 dolar di Ritz-Carlton, dan apa yang tamu-tamu ini lakukan di sini selain melahap kaviar dan meminum sampanye?”

    “Max, aku tidak pernah mengajarimu cara mendesain perhiasan, jadi jangan mulai mengajariku cara mengadakan sebuah soirée de publicité. Jika Lavinia melihat ruangan ini kosong, dia akan langsung pergi. Orang-orang ini hanya pelengkap. Mereka datang dengan gratis.”

    “Demi seorang kolumnis gosip murahan?”

    “Gosip? Tukar dengan pakar mode. Semua orang memerhatikan setiap kata yang wanita itu tulis, setiap foto yang dia cetak. Dia berpengaruh, pencipta tren.”

    Pintu kamar suit terbuka, lalu Lavinia Begbie masuk.

    “Well, well,” ujar Max. “Dilihat dari alisnya yang melengkung dan dahinya yang kaku, tampaknya tren populer terbaru adalah suntik Botox yang gagal total. Wajahnya terlihat seakan dia terkena strok.”

    “Aku membencimu,” ujar Leo, lalu bergegas ke seberang ruangan untuk menyambut tamunya yang baru datang beserta rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier West Highland putih yang dia gendong dalam dekapannya.

    Saya juga punya beberapa pertanyaan:
    1. Apa yang harus kita lakukan jika tidak terjemahan atau padanan dari kata tersebut dalam bahasa indonesia dirasa kurang cocok? Misalnya, “spotter” saya terjemahkan menjadi “penilik” karena fire spotter=penilik kebakaran, tapi saya masih ragu. Begitu juga dengan soirée de publicité.

    2. Padanan baku dari fashion adalah mode, tapi terkadang fesyen dipakai. Apa itu juga boleh?

    3. Adakah kiat-kiat untuk meminimalisir penggunaan kata “yang” untuk kata sifat? Contohnya, arched eyebrows = alis yang melengkung.

    4. Kebetulan saya bekerja sebagai subtitler dan saat bekerja, kami harus menyingkat nilai uang yang lebih besar daripada 10 karena keterbatasan karakter, apakah pada terjemahan buku juga harus seperti itu, atau tidak?

    Terima kasih atas bimbingannya 🙂

    Like

  11. Saya mencoba ikut belajar ya, Mbak… ini latihan pertama yang saya ikuti 🙂
    ===================
    Leopold Bassett melintasi ruangan dengan cepat, menghampiri saudaranya, Maxwell, yang tengah memegang segelas wine di sebelah tangan sambil sesekali menyesapnya dalam diam.

    “Max, penjaga pintu di lobi baru saja memberitahuku,” ucap Leo dengan (giddy) setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju ke sini (up). Bisakah kau berhenti melamun selama dua puluh menit?”

    “Aku tidak melamun. Aku hanya sedang menikmati Sancerre yang benar-benar lezat ini dan mencoba menghitung berapa biaya yang kita habiskan untuk pesta terbarumu ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” kata Leo, “karena sekarang aku tahu Lavinia akan datang, dan itu sangat sepadan. Dia satu-satunya yang harus kita pikirkan.”

    “Lalu untuk apa kita membayar lima belas ribu dolar untuk sebuah kamar Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan para tukang bonceng itu di sini selain menghabiskan kaviar dan sampanye?”

    “Max, aku tidak memberitahumu bagaimana cara mendesain perhiasan, jadi jangan menceramahiku tentang bagaimana merencanakan sebuah pesta periklanan. Jika tidak ada siapapun saat Lavinia masuk, dia akan langsung pergi. Aku hanya memanfaatkan orang-orang ini. Aku membagikan undangan secara cuma-cuma.”

    “Hanya demi seorang kolumnis gosip yang buruk?”

    “Gosip? Dia seorang fashion guru. Orang-orang bergantung pada setiap kata yang wanita itu tulis, setiap foto yang dia cetak. Dia itu seorang tastemaker, seorang pencipta tren.”

    Pintu kamar terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Wah, wah,” Max berujar. “Dilihat dari alis yang melengkung dan dahi yang kaku, tampaknya hasil Botox yang gagal sedang menjadi tren hangat terbaru. Dia terlihat seperti habis terkena stroke.”

    “Aku membencimu,” Leo berkata, lantas bergegas melintasi ruangan untuk menyambut tamu yang baru datang itu beserta rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, serta seekor West Highland terrier putih yang digendong Lavinia.

    Like

  12. Leopold Bassett mondar-mandir menyebrangi ruangan di mana saudaranya,Maxwell, dengan santainya menuang segelas anggur.

    “Max,aku baru saja mendengar dari pengintaiku di lobi,”Leo berkata dengan (giddy) suara setengah berbisik.”Lavinia sedang menuju kesini (up).Bisakah kau berhenti bersedih untuk dua puluh menit? ”

    “Aku tidak sedang bersedih.Aku sedang menikmati Sancerre yang benar-benar indah dan mencoba menghitung berapa banyak biaya perjalanan terakhirmu ini menguras biaya kita.

    ”Kau bisa berhenti menghitungnya,”Leo berkata,”Karena yang aku tahu Lavinia datang.Itu yang paling berharga tiap picisannya.Hanya dia yang paling peduli tentang hal itu.”

    “Lalu kenapa kita membayar lima belas ribu Dollar untuk ruangan mewah di Ritz Carlton,dan apa yang dilakukan para pembonceng ini selain menyantap telur ikan (kaviar) dengan rakusnya dan minum sampanye?”

    “Max,aku tidak bercerita kepadamu tentang bagaimana merancang perhiasan,jadi jangan menceramahiku bagaimana merencanakan soirèe de publicitè.Jika Lavinia berjalan ke dalam ruangan kosong,dia seharusnya keluar.Orang-orang ini serdadu umpan meriam.Aku yang menempeli rumah ini”

    “Untuk sebuah gosip murahan dari penulis surat kabar”

    “Gosip?cobalah mode guru. Orang-orang bergantung kepada setiap kata yang dia tulis,setiap foto yang dia cetak.Dialah pembuat rasa,seorang pusat perhatian.”

    Pintu ruangan pun terbuka,dan Laviria pun masuk.

    “Wah,wah,”Max berkata.”Menghakimi dengan alis yang dilengkungkan dan dahi yang membeku,sepertinya gaya baru yang sedang populer adalah Botox yang diselesaikan dengan buruk dan mengerikan.Wajahnya terlihat seperti dia memiliki penyakit stroke.”

    “Aku benci kamu.”Leo berkata,dan dia bergegas melewati ruangan untuk bertemu pendatang baru dan rombongannya,seorang fotografer,seorang asisten,dan seekor anjing West Highland putih yang Lavinia pangku pada lengannya.
    ====================
    (Mohon bantuannya ya…………..)

    Like

  13. Leopold Bassett lari menyeberang ruangan ke tempat saudaranya, Maxwell, yang sedang meminum segelas wine dengan tenang.

    “Max, aku baru saja mendapat kabar dari pengintaiku di lobi,” kata Leo dengan berdebar-debar setengah berbisik. “Lavinia sedang berjalan naik ke atas. Bisakah kau berhenti merenung untuk 20 menit?”

    “Aku tidak sedang merenung. Aku hanya sedang menikmati Sancerre yang benar-benar sempurna ini dan mencoba menghitung seberapa banyak yang harus kita bayar untuk pesta makan malam terbarumu ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” kata Leo, “karena sekarang setelah aku tahu Lavinia sudah datang, hal ini sangat setimpal. Dialah yang satu-satunya kita butuhkan.”

    “Lalu kenapa kita membayar 15.000 dolar untuk Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan oleh semua orang di sini selain melahap kaviar dan menenggak sampanye?”

    “Max, aku tidak mengajarimu bagaimana caranya mendesain perhiasan, jadi jangan mengajariku bagaimana caranya merencanakan sebuah soirée de publicité. Jika Lavinia masuk ke sebuah ruangan kosong, dia pasti langsung pergi. Orang-orang ini hanya umpan, aku harus mengisi ruangan ini.”

    “Hanya untuk kolumnis gosip yang buruk?”

    “Gosip? Tepatnya fashion guru. Orang bergantung pada setiap kata yang wanita ini tuliskan, setiap foto yang dia cetak. Dia seorang penentu selera, seorang trendsetter.”

    Pintu ruangan terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Well, well,” kata Max. “Melihat alisnya yang melengkung dan dahinya yang kaku, tampaknya tren terbaru saat ini ialah operasi Botox yang gagal total.

    “Aku membencimu.” kata Leo, dan bergegas ke seberang ruangan untuk menyapa tamunya yang baru datang dan rombongannya; seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing West Highland terrier putih yang digendong Lavinia dalam dekapannya.

    Like

  14. LEOPOLD BASSETT BERGEGAS melintasi ruangan tempat saudaranya, Maxwell, tengah menyesap segelas anggur dengan tenang.

    “Max, aku baru saja mendengar dari mata-mataku di lobi,” Leo separuh berbisik sambil terbata-bata. “Lavinia sedang menuju kemari. Bisakah kau berhenti merenung sebentar saja?”

    “Aku tidak sedang merenung. Aku sedang menikmati anggur Sancerre yang sangat nikmat ini dan mencoba menghitung seberapa besar pengeluaran kita untuk perjalanan bisnis sekalian pelesirmu yang terakhir itu.”

    “Berhentilah menghitung-hitung,” sahut Leo, “sebab kedatangan Lavinia kemari sangat berharga. Ia satu-satunya yang harus kita pedulikan.”

    “Lantas mengapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk ruangan termewah di Hotel Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan para benalu lainnya itu di sini selain membabi buta melahap kaviar dan sampanye?”

    “Max, bukan aku yang mengajarimu caranya merancang perhiasan, jadi jangan ganti menguliahiku caranya merencanakan pesta publisitas. Jika Lavinia masuk ke ruangan yang kosong, dia akan langsung pergi. Orang-orang ini pancingan saja. Tiketnya kuberikan cuma-cuma.”

    “Demi seorang kolumnis gosip murahan?”

    Gosip? Bagaimana jika ahli mode? Orang-orang mencamkan setiap kata yang dia tulis, setiap foto yang dia cetak. Dia itu pencipta selera, pencetus tren.”

    Pintu ruangan megah itu terbuka, dan Lavinia Begbie pun tiba.

    “Wah, wah,” ucap Max. “Melihat lengkung alis dan dahinya yang kaku, tampaknya tren terbaru berupa suntikan Botox itu kesalahan yang mengerikan. Wajahnya seperti kena stroke.”

    “Aku membencimu,” ujar Leo, dan bergegas melintasi ruangan untuk menyambut sang pendatang baru beserta para pengiringnya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier West Highland putih dalam buaian lengan Lavinia.

    Like

  15. Hai Mba Femmy, berikut hasil terjemahan aku:
    ____________________________________________
    Leopold Basset melayang melintasi ruangan tempat saudaranya, Maxwell, duduk diam sambil menikmati segelas anggur.

    “Max, aku baru dengar dari mata-mataku di lobi,” Leo berkata setengah berbisik, terengah-engah. “Lavinia sedang menuju ke sini. Bisakah kau berhenti melamun dua puluh menit saja?”

    “Aku tidak melamun. Aku sedang menikmati anggur Sancerre yang sangat istimewa ini dan mencoba menghitung berapa banyak biaya yang kita habiskan untuk pestamu ini.”

    “Kau bisa berhenti berhitung,” ujar Leo, “karena sekarang aku tahu Lavinia telah datang, jadi itu layak dikeluarkan. Hanya dia satu-satunya yang kita pikirkan.”

    “Kalau begitu, kenapa kita menghabiskan lima belas ribu dolar untuk Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan oleh para benalu ini di sini selain melahap kaviar dan meneggak sampanye?”

    “Max, aku tidak mendiktemu cara mendesain perhiasan, jadi jangan menguliahiku cara merencanakan pesta. Jika Lavinia datang ke ruangan yang kosong, dia akan langsung keluar lagi. Orang-orang ini hanyalah umpan. Aku harus membuat ruangan ini penuh.”

    “Untuk satu kolumnis gosip yang payah?”

    “Gosip? Maksudmu pakar mode. Orang-orang percaya pada tiap kata yang ditulis wanita ini, tiap foto yang dia cetak. Dia yang menciptakan rasa, dia trendsetter.”

    Pintu suit terbuka, dan Lavinia Begbie melangkah masuk.

    “Wah, wah,” ucap Max. “Menilai dari alis mata yang melengkung dan dahi yang beku, sepertinya gaya keren terbaru adalah operasi botoks yang salah dan mengerikan. Wajahnya terlihat seperti habis terkena stroke.”

    “Aku benci kau,” sahut Leo, dan bergegas melintasi ruangan untuk menyambut sang tamu dan para pengiringnya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier putih West Highland dalam dekapan Lavinia.

    Like

  16. Cannon fodder, papered the house, soirée de publicité 😥

    Entah itu maksudnya CCTV atau mata-mata beneran, spottered aku menunggu maknamu sesungguhnya (v,v)
    Mohon koreksinya Mrs. Femmy, dijamin pasti geleng-geleng baca hasil terjemahan di bawah ini *ngumpet di balik sofa*

    ==============
    Leopold Bassett melintasi ruangan dimana rekannya berada, Maxwell, dengan tenang meneguk segelas anggur.

    “Max, aku mendengar dari mata-mataku di lobi,” Leo berkata (giddy) setengah berbisik. “Lavinia dalam perjalanan (up). Bisakah kau berhenti merenung selama 20 menit saja?”

    “Aku tidak merenung. Aku hanya menikmati Sancerre yang benar-benar sempurna ini dan mencoba menghitung berapa banyak yang kau keluarkan untuk pesta ini.

    “Kau bisa berhenti menghitung,” kata Leo, “Karena yang aku tahu saat ini Lavina datang, ini lebih berharga dibanding setiap sen (yang dihabiskan). Dia adalah satu-satunya yang harus kita pedulikan.”

    “Lalu mengapa kita menghabiskan US $15.000 demi Royal Suite, Ritz-Carlton, dan apa sisanya yang parasit ini lakukan di sini selain melahap caviar dan menenggak sampanye.

    “Max, aku tidak menyuruhmu untuk mendesain perhiasan, jadi jangan mengajariku bagaimana cara merancang malam pesta publistitas. Jika Lavinia berjalan ke ruangan kosong, dia akan segera berbalik keluar. Orang ini adalah umpan yang siap meledakkan meriam (opini publik) dan aku menyiapkan pertahanan.

    “Demi satu kolumnis gosip yang buruk?”

    “Gosip? Menguji ahli busana. Semua orang berpegang pada setiap kata yang wanita ini tuliskan dan setiap foto yang dipotretnya. Dia seorang tastemaker, trendsetter.”

    Pintu ruangan terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Well, well,” kata Max “Mengkritik dengan alis cokelat melengkung dan dahi kaku, sepertinya efek samping Botox menjadi trend hangat terbaru. Wajahnya nampak seakan dia terkena stroke.”

    “Aku benci kau,” kata Leo, bergegas menuju sisi ruangan yang lain untuk menyambut kedatangan Lavinia bersama rombongannya: seorang fotografer, asisten, dan anjing terrier Skotlandia berwarna putih dalam pelukan Lavinia.

    * Sancerre: anggur Perancis, disebut juga d’origine protégée
    * Caviar: makanan termahal di dunia berbahan telur ikan salmon

    Like

  17. Leopold Basset berjalan cepat menuju sisi lain ruangan yang terdapat saudaranya, Maxwell, sedang menikmati segelas anggur sendirian.

    “Max, aku baru mendengar dari informanku di lobi,” kata Leo dengan bisikan setengah kaget. “Lavinia sedang naik ke sini. Bisakah kau berhenti melamun untuk dua puluh menit?”

    “Aku tidak melamun. Aku hanya menikmati keindahan mutlak Sancerre ini dan mencoba menghitung berapa banyak pesta makan ini menghabiskan uang kita.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” balas Leo, “karena yang aku tahu sekarang Lavinia akan datang, kedatangannya sangat berharga. Hanya dialah yang harus kita perhatikan.”

    “Lalu untuk apa kita membayar lima belas ribu dolar untuk kamar Royal Suite di hotel Ritz-Carlton, dan apa yang para parasit ini lakukan di sini selain dengan serakahnya melahap kaviar dan meminum sampanye?”

    “Max, aku tidak menyuruhmu mendesain perhiasan, jadi jangan menceramahiku bagaimana merencanakan soirée de publicité. Jika Lavinia masuk ke ruangan kosong, dia akan langsung pergi begitu saja. Orang-orang ini hanyalah pancingan. Aku membayar mereka.”

    “Hanya demi seorang kolumnis gosip picisan?”

    “Gosip? Bagaimana kalau disebut ahli mode. Orang-orang mengikuti apa yang wanita ini tulis dan semua foto yang dia cetak. Dia seorang pencipta-rasa, pelopor-gaya.”

    Pintu kamar terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Wah, wah,” kata Max. “Melihat dari alis melengkung dan keningnya yang kaku, sepertinya tren terbaru adalah usaha Botox yang gagal. Wajahnya seperti sedang terkena stroke.”

    “Aku benci kau,” balas Leo, dan dengan tergesa berjalan menyeberangi ruangan untuk menyambut kedatangan itu dan rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing West Highland White Terrier yang Lavinia gendong di lengannya.

    Like

  18. Leopold Basett melintasi ruangan menuju tempat adiknya, Maxwell, yang dengan tenangnya sedang minum segelas anggur.

    Leo berkata setengah berbisik (giddy), “Max, Saya dengar dari pengintai saya di Lobby,” Lavinia sedang dalam perjalanan. Bisakah kamu berhenti merenung setidaknya dua puluh menit saja?(“)

    (“)Aku tidak sedang merenung. Aku hanya menikmati Sancerre yang benar-benar indah ini dan mencoba menghitung berapa banyak yang kau keluarkan untuk membayar pesta ini.(“)

    (“)Kamu dapat berhenti menghitungnya,(“) kata Leo, (“)karena sekarang yang saya tahu Lavinia akan tiba. Ini sangat berharga untuk setiap sennya. Dia adalah satu-satunya orang yang kita pedulikan.(“)

    (“)Jadi, kenapa kita membayar lima belas ribu dollar untuk kamar Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan sebagian dari freeloaders ini disini selain melahap caviar dan minum champagne?(“)

    (“)Max, Aku tidak mengatakan bagaimana mendisain perhiasan, jadi jangan mengajari aku bagaimana merancang soiree de publicite. Jika Lavinia masuk ke ruangan kosong, dia akan segera keluar. Orang-orang ini adalah serdadu pelempar meriam. Aku sudah melindungi rumah itu.(“)

    (“)Untuk sebuah gossip kolumnis jelek?(“)

    (“)Gossip? baca fashion guru. Orang-orang terpaku pada setiap kata yang ditulis wanita ini, pada setiap photo yang dia cetak. Dia adalah seorang pencipta rasa, seorang trendsetter.(“)

    Pintu kamar Royal suite terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    (“)Well, well,(“) kata Max. (“)Menilai dari lengkungan alis dan dahi yang kaku, nampak seperti trend baru kerja botox yang berjalan sangat mengerikan. Wajahnya nampak seperti dia terkena stroke.(“)

    (“)Aku benci kamu,(“) kata Leo, dan bergegas melintasi ruangan untuk menyapa pendatang baru beserta rombongannya : seorang photographer, seorang asisten, dan seekor anjing barat putih jenis terrier yang sedang digendong di lengan Lavinia.

    Like

  19. Leopold Bassett melintasi ruangan menuju tempat dimana saudara laki-lakinya, Maxwell, yang diam-diam sedang meminum segelas anggur.

    “Max, aku baru saja mendengar dari orang suruhanku di lobi,” kata Leo setengah berbisik (giddy). “Lavinia sedang di jalan. Bisakah kau berhenti memikirkan hal-hal yang sedih 20 menit?”

    “Aku tidak sedang memikirkan hal-hal sedih. Aku hanya sedang menikmati Sancerre yang pastinya sangat indah dan mencoba menghitung seberapa banyak perjalan kerjamu ini menghabiskan uang kita.”

    “Kau bisa berhenti berhitung,” kata Leo. “karena sekarang yang aku tahu Lavinia akan kemari, itu akan membayar setiap picisannya. Dia satu-satunya yang sangat kita pedulikan.”

    “Lalu kenapa kita membayar USD 15.000 untuk 1 kamar Royal Ssuite di Hotel Ritz-Carlton, dan apa yang dilakukan orang-orang yang makan-minum gratis itu disini selain memakan telur ikan dan meminum sampanye?”

    “Max, aku tidak menyuruhmu merancang perhiasan, jadi jangan mengajarkanku bagaimana merencanakan soiree de publicite. Jika Lavinia masuk ke ruang kosong, dia akan langsung keluar untuk pergi. Orang-orang itu adalah serdadu umpan meriam. Aku menempelkan kertas di rumah.”

    “Untuk seorang penulis gosip jelek itu?”

    “Gosip? Cobalah fashion guru. Orang-orang berpegang pada setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang dia cetak. Dia seorang pembuat selera, seseorang yang dijadikan panutan.”

    Pintu kamar terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Ya, Ya,” kata Max. “melihat lengkungan alis dan dahi yang tegang, sepertinya bukan karena penggunaan botox yang sedang tren saat ini. Wajahmu bahkan terlihat seperti orang stroke,”

    “Aku membencimu,” kata Leo, dan berjalan cepat di ruangan untuk menyambut orang yang baru datang beserta rombongannya: fotografer, asisten, dan seekor anjing putih ras dataran tinggi barat yang Lavinia gendong di lengannya.

    Like

  20. Sy sedang belajar translate bermodalkan kamus. jadi mungkin ada beberapa hasil translate-an yg kurang tepat. terima kasih untuk latihan translatenya. saya akan lebih sering belajar translate lagi. Salam semangat!

    Like

    • Terima kasih sudah berpartisipasi. Saran saya, gunakan kamus Inggris-Inggris karena definisinya lebih lengkap daripada kamus Inggris-Indonesia. Selain itu, coba menulis dalam satu bahasa untuk setiap penggal teks, tidak menggunakan bahasa yang bercampur Indonesia dan Inggris. (Misalnya, gunakan kata “terjemahan” atau “menerjemahkan”, bukan “translate”.) Ini bisa melatih kita mencari padanan kata yang tepat.

      Like

  21. Leopold Bassett berjalan melewati setiap ruangan untuk menemukan adiknya, Maxwell, yang sedang merawat segelas anggur (quietly).

    “Max, menurut orang ku di lobby” bisik leo yang sedang mabuk(.)

    “Livina sedang menuju ke sini. Bisakah kau berhenti melamun untuk 20 menit saja?”

    aku tidak melamun. Aku hanya sedang menikmati keindahan Sancerre ini dan mencoba menghitung berapa banyak tagihan yang kita dapatkan dari pesta makan yang kau buat(.)

    kau bisa berhenti menghitung,” kata leo, “karena livina sedang menuju kemari sekarang, ini hanya bernilai beberapa dollar. Livina lah yang harus kita khawatirkan(.)

    lalu mengapa kita harus membayar lima puluh dollar untuk the Royal Suite di Ritz Carlton, lalu apa yang dilakukan para pendatang disini selain menghabiskan semua caviar dan meminum sampanye?”

    “Max, aku tidak bilang bahwa kau harus membentuk perhiasan, jadi jangan ceramahi aku tentang merencanakan (soiree de publicite). Kalau sampai Livina masuk ke dalam ruangan kosong, dia akan keluar. Orang-orang adalah meriam makanan. Aku telah melapisi rumahnya.”

    hanya untuk satu berita jelek di surat kabar?”

    Berita jelek? Coba Fashion guru. Semua orang mengikuti tiap kata yang ditulis oleh wanita ini, setiap foto yang dicetaknya. Dia itu wanita yang berpengaruh, sebuah panutan(.)

    Pintu kamar itupun terbuka, dan Livina Begbie pun masuk.

    well, well” gumam Max, “ dilihat dari lengkungan alisnya dan dahinya yang kaku, itu seperti tren terbaru Botox, botox nya justru membuatnya mengerikan . Ia terlihat seperti terkena stroke.”

    aku membenci mu,” kata leo, dan Ia pun tergesa-gesa melewati ruangan untuk menemui si pendatang baru dan para rombongannya: photographer, asisten, dan seseorang dari daerah barat terrier putih yang sedang digendongnya.

    Like

  22. Leopold Bassett berjalan tergesa-gesa ke seberang ruangan di mana saudaranya, Maxwell, sedang menekuni segelas anggur dalam diam.

    “Max, aku baru mendengar kabar dari mata-mataku di lobi,” Leo setengah berbisik (giddy). “Lavinia sedang menuju kemari. Bisakah kau berhenti merajuk dua puluh menit saja?”

    “Aku tidak merajuk. Aku hanya sedang menikmati Sancerre yang luar biasa istimewa ini dan mencoba menghitung biaya yang kita habiskan untuk hura-huramu kali ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” tukas Leo, “karena kedatangan Lavinia sekarang membuktikan bahwa hura-hura ini tidak sia-sia. Hanya dia yang benar-benar kita pedulikan.”

    “Lalu kenapa kita membayar lima belas ribu dolar untuk kamar mewah di hotel Ritz-Carlton, dan apa pula gunanya kedatangan para penumpang gratis ini di sini selain menjarah kaviar dan menenggak sampanye?”

    “Max, aku tidak pernah mengguruimu cara mendesain perhiasan, jadi jangan menguliahiku cara merancang pesta. Kalau Lavinia masuk ke kamar yang sepi, dia akan langsung pergi lagi. Orang-orang ini hanya umpan. Aku mengundang mereka untuk memancing Lavinia.”

    “Untuk memancing seorang penulis kolom gosip?”

    “Gosip? Sepertinya guru fashion lebih cocok. Orang-orang menganut setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang dia cetak. Dia seorang pencipta selera, pelopor tren.”

    Pintu kamar terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Ya, ya,” Max mencibir. “Melihat alisnya yang melengkung dan dahinya yang licin, sepertinya tren saat ini adalah Botox yang gagal total. Wajahnya tampak seperti baru terserang stroke.”

    “Aku benci kau,” gerutu Leo, lalu bergegas menyeberangi ruangan untuk menyambut kedatangan wanita itu dan rombongannya: seorang fotografer, asisten, dan anjing terrier putih West Highland yang Lavinia gendong di lengannya.

    Like

  23. Leopold Bassett pindah ke seberang ruangan di mana saudaranya, Maxwell, sedang dengan tenangnya menyeruput segelas anggur.

    “Max, aku baru saja mendengar dari mata-mataku di lobi,” Leo berkata dengan setengah berbisik karena pening. “Lavinia sedang naik daun. Bisakah kau berhenti melamun selama 20 menit?”

    “Aku tidak sedang melamun. Aku hanya sedang menikmati anggur dari Sancerre yang sangat istimewa ini dan mencoba menghitung berapa banyak yang telah perjalanan terakhirmu ini habiskan untuk mengganggu kami.”

    “Kau bisa berhenti menghitung sekarang,” kata Leo, “karena sekarang aku tahu Lavinia akan datang. Ini kesempatan emas. Dia adalah satu-satunya yang benar-benar kita khawatirkan.”

    “Lalu mengapa kita membayar 15.000 dolar untuk kamar Royal Suite di Ritz-Carlton, dan apa yang sedang para parasit itu lakukan di sini selain makan telur ikan banyak-banyak dan menenggak champagne?”

    “Max, aku tidak mengajarimu< bagaimana merancang perhiasan, jadi jangan menceramahiku soal bagaimana caranya mempersiapkan iklan malam. Kalau pun Lavinia masuk ke ruangan yang kosong, dia pasti akan berjalan keluar. Orang-orang ini serdadu umpan meriam. Aku membuat laporan tentang rumahnya.

    “Demi seorang kolumnis gosip yang memuakkan?”

    “Gosip? Sebutlah pakar busana. Orang-orang mengikuti setiap kata yang wanita ini tulis, setiap foto yang dia cetak. Dialah Sang Pencipta rasa, Sang Pencipta tren.”

    Pintu ke ruang suite terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Wah,wah,” kata Max. “Dinilai dari alis yang melengkung dan kening yang kaku, tampaknya tren baru yang sedang digandrungi adalah perawatan Botox yang hasilnya sangat mengerikan. Wajahnya terlihat seperti dia sedang terkena stroke.”

    “Aku benci kau,” kata Leo, dan bergegas menyeberangi ruangan untuk menyambut sosok yang baru datang dan sekelompok pengiringnya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier putih dari West Highland yang sedang Lavinia gendong.

    Like

  24. Leopold Bassett meluncur melintasi ruangan ke arah di mana saudaranya, Maxwell, sedang menggenggam segelas anggur (quietly).

    “Max, aku baru saja mendengar dari orangku di lobi,”ucap Leo pelan setengah berbisik. “Lavinia menuju ke atas. Bisakah kau berhenti cemberut selama dua puluh menit?”

    “Aku tidak cemberut. Aku hanya menikmati anggur Sancerre yang teramat istimewa ini dan mencoba menghitung berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan untuk perjamuanmu ini.”

    “Jangan perhitungan,”sahut Leo,”karena kutahu Lavinia datang, maka setiap pesernya takkan terbuang percuma. Untuk dia lah semua ini”

    “Lalu mengapa kita membayar lima belas ribu dollar untuk Royal Suite di Ritz Carlton, dan apa sih yang dilakukan para pendompleng ini selain menggeramus caviar dan mereguk sampanye?”

    “Max, aku kan tidak menguliahimu bagaimana cara mendesain perhiasan, jadi jangan mendikteku bagaimana menyelenggarakan soiree de publicite. Bila Lavinia melangkah ke ruangan yang kosong melompong, seketika itu juga ia akan pergi. Orang-orang ini sengaja kutaruh di sini. Aku sengaja membuat ramai ruangan ini.”

    hanya demi seorang penulis kolom gosip yang payah?”

    gosip? Dia suhu fesyen. Orang sangat terpengaruh oleh setiap kata yang ditulis wanita ini dan tiap foto yang ia cetak. Ia pencipta selera, seorang panutan mode.”

    Pintu ruang suite terbuka, dan Lavinia Bergbie masuk.

    “Wah, wah,”ujar Max. “dilihat dari alis yang melengkung dan dahi yang kaku, sepertinya gaya yang sedang ngetren adalah suntikan botox yang gagal. Mukanya seperti yang baru kena stroke.”

    “Aku benci kamu,”Leo berkata, dan terburu-buru menyebrangi ruangan untuk menyapa yang baru saja datang beserta rombongannya: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor terrier West Highland putih yang Lavinia letakkan di pangkuan tangannya.

    Like

  25. LEOPOLD BASSETT melintas melalui kamar dimana saudara laki2nya, Maxwell, yang sedang diam2 menyeruput segelas anggur(.)

    “Max, saya barusan mendengar dari pengamat saya di lobby,” Leo berkata pelahan setengah berbisik, “Lavinia dalam perjalanan. Dapatkah kamu berhenti melamun selama 20 menit?”

    “Saya tidak melamun, saya sedang menikmati minumanku dan mencoba menghitung berapa banyak pengeluaran terakhir mu untuk kita.”

    berhentilah berhitung(,)” kata Leo(,) “karena sekarang Lavinia datang dan sangat besar nilainya. Hanya dia yang mengurus kita”.

    Kemudian mengapa kita membayar 15 ribu dolar untuk kamar Royal Suite pada hotel Ritz-Carlton, dan apa sisa dari kita nebeng disini selain melahap telur ikan dan menikmati sampanye?”

    “Max, saya tidak mengatakan bagaimana merancang sesuatu, jadi jangan teruskan pelajaranmu bagaimana merancang soirée de publicité. Jika Lavinia datang, kamar kosong dia segera akan keluar. Orang orang ini umpan digaris depan. Saya menutupi diri kita.”

    “Untuk sebuah penulisan gosip jelek?”

    “Gosip? Coba lihat guru busana. Orang memberi komentar pada setiap photo yang dicetaknya. Dia merancang sebuah tren yang membuatnya popular.

    Pintu dari suite terbuka dan Lavinia Begbie masuk.

    “Baik, baik”, kata Max, “melihat dengan alis melengkung dan dahi berkerut, seperti tren baru pada pekerjaan Botox yang salah. Mukanya merah seperti orang kena pukul”

    “Saya membencimu,” kata Leo dan tergesa(-)gesa melewati kamar untuk menyambut pendatang baru dan rombongannya, seorang photographer, seorang pembantu dan seekor anjing Terry putih yang dirangkul Lavinia.

    Like

  26. mohon kritik dan saran ya
    ==================
    Leopold Bassett mondar-mandir melewati ruangan di mana saudaranya,Maxwell dengan tenangnya menuang segelas anggur.

    “Max,aku baru saja mendengar dari pengintaiku di lobi,” Leo bilang dengan (giddy) setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju ke sini.Bisakah kau berhenti bresedih untuk dua puluh menit?”

    “Aku tidak bersedih.Aku hanya menikmati Sancerre yang benar-benar cantik dan menghitung berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan kerjamu ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitungnya”Leo bilang, “Karena sekarang yang aku tahu Lavinia datang,ini berharga setiap sennya.Hanya dia yang benar-benar peduli tentang hal itu.”

    “Lalu kenapa kita membayar lima belas ribu dollar untuk ruangan mewah di Ritz Carlton ,dan apa yang dilakuan para pembonceng ini selain menyantap telur ikan dan minum sampanye dengan lahab”

    “Max,aku tidak bercerita kepadamu tentang cara membentuk perhiasan, jadi jangan menceramahiku tentang cara merencanakan publikasi ini. Jika Lavinia memasuki ruang kosong,dia akan segera keluar.Orang-orang ini Cuma umpan.Aku yang menyiapkan ruangan ini ”

    ”Untuk penulis gosip murahan di koran?”

    “Gosip? Cobalah mode guruOrang-orang bergantung kepada kata-kata yang ditulis wanita ini,setiap foto yang dia cetak.Dialah pembuat rasa,dialah pusat perhatian.”

    Pintu menuju ruangan pun terbuka,dan Lavinia pun masuk.

    “Wah,wah,wah”Max bilang. “Mengkritik dengan alis yang melengkung dan dahi yang membeku,sepertinya tren terbaru adalah Botox yang dikerjakan dengan buruk sekali.Wajahnya seperti dia memiliki penyakit stroke.”

    “Aku membencimu”Leo bilang, dan bergegas melewati ruangan menuju tamu yang baru datang dan rombongannya: seorang fotografer,seorang asisten,dan seekor anjing putih ras West Highland yang dipangku Lavinia di lengannya.

    Like

  27. Leopold Bassett melintas ke seberang ruangan dimana kakaknya, Maxwell, sedang menenggak segelas anggur dengan tenang.

    “Max, barusan aku mendengar dari mata-mataku di lobi,” kata Leo rianng dengan setengah berbisik. “Lavinia sedang menuju kemari. Bisakah kau untuk dua puluh menit saja berhenti melamun?”

    “Aku tidak sedang melamun. Aku hanya menikmati Sancerre yang luar biasa indah ini dan mencoba menghitung berapa banyak biaya yang kita habiskan untuk makanan penutupmu yang terbaru ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” kata Leo, “karena sekarang aku tahu kalau Lavinia akan datang, (it) Setimpal dengan semua uang itu. Hanya dia satu-satunya yang kita pedulikan.”

    “Lalu kenapa kita mengeluarkan uang lima belas ribu dolar untuk kamar jenis Royal Suite di Hotel Ritz-Carlton, dan untuk apa orang-orang yang numpang makan itu di sini selain melahap kaviar dan meneguk sampanye?”

    “Max, aku tidak pernah memberitahumu cara mendesain perhiasan, jadi jangan mulai mengajariku bagaimana merencanakan soirée de publicité (makan malam ala Perancis). Kalau ruangan yang dimasuki Lavinia kosong, dia pasti akan langsung keluar. Orang-orang ini yang mengisinya. Sudah kutempeli pemberitahuannya di rumah-rumah.”

    “Untuk orang yang menulis gosip terparah di surat kabar?”

    “Gosip? Cobalah memanggilnya pakar fashion. Orang-orang selalu menantikan setiap kata yang dia tulis, setiap foto yang dia cetak. Dia pencipta selera masyarakat, pencipta trend.”

    Pintu ruangan itu terbuka, dan Lavinia Begbie masuk.

    “Wah, wah,” kata Max. “Dilihat dari alis yang melengkung dan dahinya yang kaku, kelihatannya trend terbaru yang sedang hangat yaitu Botox tidak berjalan dengan baik. Wajahnya seperti habis dipukul.”

    “Aku benci padamu,” kata Leo, dan bergegas ke seberang ruangan menyambut pendatang baru dan pengiringnya : seorang fotografer, asisten, dan anjing terrier putih berjenis West Higland yang berada di pelukan Lavinia.
    ===========
    Terima kasih banyak Mbak Femmy 🙂

    Like

  28. Mbak Femmy terima kasih sudah memeriksa dan memberikan saran.
    =================
    LEOPOLD BASSETT MELINTASI ruangan menuju tempat saudaranya, Maxwell, sedang menenggak segelas anggur dalam diam.

    “Max, aku baru saja mendapat kabar dari pengintai di lobi,” Leo berkata separuh berbisik kesenangan. “Lavinia sedang menuju ke sini. Bisakah kau berhenti murung selama dua puluh menit?”

    Aku tidak sedang murung. Aku hanya sedang menikmati anggur Sancerre berkualitas tinggi ini dan mencoba menghitung biaya yang kita bayar untuk jamuan makan yang kau adakan ini.”

    “Kau bisa berhenti menghitung,” kata Leo, “karena sekarang aku tahu Lavinia datang, setiap sen yang dikeluarkan sebanding. Hanya dia satu-satunya orang yang benar-benar kita pedulikan.”

    “Jadi untuk apa kita membayar Royal Suite di Ritz-Carlton lima belas ribu dolar, dan apa yang para pengejar gratisan ini lakukan di sini selain makan kaviar sepuasnya dan meneguk sampanye?”

    “Max, aku tidak mengatur caramu mendesain perhiasan, jadi jangan ceramahi aku tentang cara merencanakan pesta untuk publisitas. Jika Lavinia masuk ke sebuah ruangan kosong, dia akan langsung keluar. Orang-orang ini hanyalah figuran. Aku mengundang mereka untuk meramaikan dan menyebarkan berita.”

    “Demi seorang kolumnis gosip yang buruk?”

    “Gosip? Periksa pakar mode. Orang-orang mematuhi setiap kata yang ditulis wanita ini, setiap foto yang dia cetak. Dia adalah seorang penentu, pencipta tren.”

    Pintu kamar suit terbuka, kemudian Lavinia Begbie masuk.

    “Nah, nah,” kata Max. “Menilai lengkungan alis dan dahi yang kaku, tampaknya tren baru terkini adalah Botox gagal. Wajahnya terlihat seperti dia kena stroke.

    “Aku benci kau,” kata Leo, kemudian bergegas menyeberangi ruangan untuk menyambut tamu dan rombongannya yang baru tiba: seorang fotografer, seorang asisten, dan seekor anjing terrier putih West Highland yang digendong Lavinia.

    Like

Comments are closed.