Ulasan 5 – Tanya Jawab

Ada pertanyaan dari peserta latihan, jadi saya coba jawab di sini.

Fitria Handayani: Apa yang harus kita lakukan jika tidak terjemahan atau padanan dari kata tersebut dalam bahasa indonesia dirasa kurang cocok? Misalnya, “spotter” saya terjemahkan menjadi “penilik” karena fire spotter=penilik kebakaran, tapi saya masih ragu. Begitu juga dengan soirée de publicité.

Maksudnya, padanan dari kamus ya? Kalau terjadi seperti itu, kita harus menerjemahkan sendiri kata itu, sehingga menghasilkan padanan yang cocok dengan konteksnya. Ingat bahwa sebagai penerjemah, kitalah yang memegang kendali. Kita dianggap menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran, sehingga mampu menerjemahkan dan menciptakan padanan yang diperlukan. Kamus hanya alat bantu.

Untuk menghasilkan padanan untuk kata sumber yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa sasaran, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan penerjemah, seperti menggunakan kata yang mendekati maknanya (misalnya, pengintai, mata-mata), atau kata yang lebih umum (misalnya, orang suruhanku), atau menerjemahkan maknanya tanpa membuat istilah baru (misalnya, orang yang kusuruh memasang mata). Berbagai strategi ini dirangkum dalam buku In Other Words karya Mona Baker.

FH: Padanan baku dari fashion adalah mode, tapi terkadang fesyen dipakai. Apa itu juga boleh?

Saya sendiri berusaha menggunakan kata yang tercantum dalam KBBI, jadi lebih cenderung menggunakan kata mode daripada fesyen.

FH: Adakah kiat-kiat untuk meminimalisir penggunaan kata “yang” untuk kata sifat? Contohnya, arched eyebrows = alis yang melengkung.

Tinggal dihapus saja kata “yang” itu.

FH: Kebetulan saya bekerja sebagai subtitler dan saat bekerja, kami harus menyingkat nilai uang yang lebih besar daripada 10 karena keterbatasan karakter, apakah pada terjemahan buku juga harus seperti itu, atau tidak?

Cara menulis angka tercantum dalam EYD, jadi sebaiknya berpegang pada itu. Dalam kasus yang terdapat di latihan ini, aturannya seperti berikut ini: Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Ini menghasilkan frasa “15 ribu dolar”.

 

Ulasan 5 – EYD

Baku Tidak baku
desain disain
di mana dimana
dilakukan di lakukan
kaukeluarkan kau keluarkan
kaviar caviar
ke sini kesini
lobi lobby
memperhatikan memerhatikan
menyeberangi menyebrangi
stroke strok
tren trend

Sebagai penerjemah, kita harus menguasai ejaan yang baku. Mungkin sulit untuk menghafal ejaan yang benar untuk semua kata Indonesia yang ada, tetapi untungnya kita punya kamus, sahabat setia penerjemah. Yang penting, kita menyadari bahwa ada beberapa kata yang sering salah eja, jadi saat kita bertemu dengan kata-kata tersebut dan merasa ragu, kita tahu harus memeriksa kamus untuk mengetahui ejaan yang baku.

 

  • Coba lihat lagi kiat tentang penulisan di di sini.
  • Pelajari juga cara menulis tanda kutip yang benar di sini. Secara umum, karena aturan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia soal tanda kutip cukup mirip, tinggal tiru saja penulisan dari teks bahasa Inggris.

Ulasan 5 – Kalimat 21-22

Her face looks like she had a stroke.”

Mukanya kayak orang baru kena stroke.”

Gaya penulis: Sebaiknya perumpamaan dari penulis seperti ini dipertahankan. Tentunya perumpamaan ini dipilihnya karena dia ingin menciptakan bayangan tertentu dalam benak pembaca. Kita tidak perlu membuat perumpamaan lain, seperti baru dipukul atau sebangsanya.

Diksi: Kalimatnya sendiri sederhana, jadi tinggal meluweskan terjemahannya. Misalnya, frasa looks like tidak perlu diterjemahkan per kata menjadi terlihat seperti, tetapi bisa hanya seperti, mirip, kayak.

 

“I hate you,” Leo said, and hurried across the room to greet the new arrival and her entourage: a photographer, an assistant, and a West Highland white terrier that Lavinia was cradling in her arms.

“Dasar menyebalkan,” kata Leo, yang lalu bergegas ke seberang ruangan untuk menyambut sang pendatang baru bersama rombongannya: fotografer, asisten, dan anjing terrier putih West Highland yang digendong Lavinia.

Diksi: Frasa I hate you bisa diterjemahkan menjadi “aku benci kau” dan variasinya, tetapi bisa juga kita cari ungkapan Indonesia yang lebih umum digunakan oleh kakak-beradik saat bertengkar.

Ulasan 5 – Kalimat 19-20

“Well, well,” Max said. “Judging by the arched eyebrows and frozen forehead, it looks like the hot new trend is Botox jobs gone horribly wrong.

“Wah, wah,” kata Max.”Kalau melihat alisnya melengkung dan keningnya kaku, tampaknya tren terbaru yang populer adalah suntik Botox yang gagal total.

Diksi: Kata frozen diterjemahkan peserta latihan menjadi beku atau kaku. Saya sendiri merasa kata dahi kaku lebih mudah terbayang daripada dahi beku. Ingat  bahwa Max sedang mengejek, jadi kata licin yang berkesan memuji tidaklah cocok digunakan di sini.

Riset: Jika ada yang belum tahu apa itu Botox, harus melakukan riset. Dari riset diketahui bahwa Botox jobs adalah prosedur yang menyuntikkan racun botulinum, yang melumpuhkan otot wajah sehingga mencegah terbentuknya keriput. Namun, karena ototnya lumpuh, wajah bisa jadi tampak kaku, tak bisa digerakkan.

Berapa banyak informasi dari riset yang harus kita selipkan ke dalam terjemahan? Saya sendiri sudah sering mendengar tentang prosedur ini, dan pencarian di Google menghasilkan banyak artikel Indonesia yang membahasnya, jadi saya memutuskan bahwa mungkin pembaca sudah cukup tahu. Dengan pertimbangan itu, Botox jobs bisa diterjemahkan sebagai suntik Botox atau perawatan Botox.

Tidak tepat diterjemahkan sebagai operasi Botox karena prosedurnya hanya menyuntikkan Botox di kulit, tidak seperti operasi plastik. Kata jobs sebaiknya diterjemahkan untuk membantu pembaca mengetahui apa itu Botox.

Diksi: Frasa gone horribly wrong menghasilkan beberapa terjemahan alternatif berikut ini: gagal, gagal total, gagal dengan mengerikan. Ingat bahwa Max sedang mengejek, jadi diksi yang lebih santun tidak cocok di sini, misalnya tidak berjalan dengan baik atau dikerjakan dengan buruk.

Ulasan 5 – Kalimat 16-18

People hang on every word this woman writes, every photo she prints.

Orang menyimak setiap kata yang ditulis perempuan ini, setiap foto yang dicetaknya.

Diksi: Frasa hang on di sini berarti “to listen closely or with awe to what someone says”, bisa diterjemahkan menjadi mencamkan, mengikuti, mendengarkan, memperhatikan, mematuhi, menantikan, terpengaruh oleh, berpegang pada.

 

 

She’s a tastemaker, a trendsetter.”

Dia orang yang sangat berpengaruh, pencipta tren.”

Diksi: Kata tastemaker berarti “one that determines or strongly influences current trends or styles, as in fashion or the arts.” Beberapa alternatif yang muncul: penentu, panutan, orang yang sangat berpengaruh, pencipta selera masyarakat, penentu selera, pencipta gaya.

Diksi: Kata trendsetter sebenarnya sudah dikenal di Indonesia, jadi tidak apa-apa juga jika tidak diterjemahkan. Tetapi, mari kita lihat beberapa alternatifnya jika diterjemahkan: pencipta tren, panutan, pencetus tren, pengatur tren, pemimpin tren.

 

 

The door to the suite opened, and Lavinia Begbie entered.

Pintu ruangan itu terbuka, dan Lavinia Begbie pun masuk.

Kalimat sederhana ini diterjemahkan dengan baik oleh semua peserta latihan.

Ulasan 5 – Kalimat 14-15

“For one lousy gossip columnist?”

“Demi kolumnis gosip yang payah?”

Diksi: Kata lousy di sini berarti “inferior or worthless” dan bisa diterjemahkan menjadi buruk, payah, jelek, picisan, murahan.

Makna kata: Frasa gossip columnist berarti penulis kolom gosip di surat kabar.

 

“Gossip? Try fashion guru.

“Gosip? Suhu dunia mode, lebih tepat.”

Diksi: Kata guru dalam bahasa Inggris berarti “a leading authority in a particular field”, berbeda dengan kata guru dalam bahasa Indonesia yang berarti pengajar. Ini disebut false friend, kata yang sama di dua bahasa, tetapi maknanya berbeda. Ini salah satu hal yang harus diwaspadai dalam menerjemahkan.

Frasa fashion guru dapat diterjemahkan menjadi pakar mode, suhu fesyen, pakar busana, ahli mode, ahli busana.

Makna kata: Menurut kamus, “If you try a particular place or person, you go to that place or person because you think that they may be able to provide you with what you want.” Dalam kasus ini, maksudnya Leo menyuruh Max “mencoba” sebutan fashion guru karena Leo menganggap kata itu lebih tepat menggambarkan Lavinia. Terjemahannya dapat kita olah lagi agar lebih wajar dalam bahasa Indonesia, misalnya: bagaimana jika, tepatnya, lebih cocok.

Ulasan 5 – Kalimat 11-13

If Lavinia walked into an empty room, she’d walk right out.

Kalau Lavinia sampai masuk ke ruangan sepi, dia pasti langsung angkat kaki.

Kalimat ini sederhana dan diterjemahkan dengan benar oleh semua peserta, tidak ada yang perlu dibahas.

 

These people are cannon fodder.

Tamu yang lain ini hanya figuran.

Diksi: Frasa cannon fodder berarti “men regarded as expendable because they are part of a huge army”. Karena cerita ini bukan tentang perang, bisa kita simpulkan bahwa frasa ini digunakan sebagai kiasan, bukan secara harfiah sebagai umpan meriam atau umpan. Maknanya di sini adalah bahwa orang-orang ini dianggap tidak penting. Beberapa alternatif: pelengkap

 

I papered the house.”

Kuundang untuk meramaikan saja.”

Diksi: Frasa paper the house berarti “fill (a performance) by giving away free tickets”. Karena adegan ini bukan soal teater dan tidak berkaitan dengan tiket, bisa kita simpulkan bahwa frasa ini digunakan sebagai kiasan. Leo tidak benar-benar membagikan tiket gratis; dia menyebar undangan agar orang hadir dan meramaikan pesta ini.

Ulasan 5 – Kalimat 10

“Max, I don’t tell you how to design jewelry, so don’t go lecturing me on how to plan a soirée de publicité.

“Max, aku tidak pernah mengatur-aturmu soal desain perhiasan, jadi tak usah menceramahiku soal cara merencanakan pesta publisitas ini, soirée de publicité ini.”

Diksi: Kata tell di sini berarti “to give instructions to; direct”, atau memerintah atau mengarahkan. Maksud Leo di sini, mereka tak usah saling ikut campur urusan yang lain, tidak usah saling mengatur atau sok mengajari, lebih baik tetap di bidang keahlian masing-masing, yaitu Max mendesain perhiasan, sedangkan Leo mempromosikannya.

Kata tell di sini bisa diterjemahkan sebagai mengatur, mengajari, menguliahi, menggurui, atau mendikte. Kata ini tidak bisa diterjemahkan sebagai bercerita, menceritakan, memberi tahu, mengatakan, bilang, menyuruh, meminta.

Diksi: Kata lecture bisa diterjemahkan sebagai menceramahi, mengajari, mendikte, atau menguliahi.

Makna kata: Frasa soirée de publicité adalah bahasa Prancis, tetapi tetap harus diterjemahkan agar pembaca Indonesia memahami artinya. Kita bisa menggunakan Google Translate untuk mendapatkan gambaran maknanya, lalu mengonfirmasi hal itu ke teman yang menguasai bahasa itu.

Saya sendiri kebetulan kenal kata soirée, yang sudah diserap ke bahasa Inggris dan ada di kamus, “an evening party or reception.” Kata publicité bisa ditebak artinya. Maka, frasa ini berarti pesta publisitas atau promosi yang diadakan malam hari.

Beberapa alternatif yang muncul: pesta untuk publisitas, pesta promosi. Frasa ini tidak bisa diterjemahkan menjadi publikasi, iklan malam, pesta periklanan, berpromosi, pesta malam

Kesan kalimat: Mengapa Leo menggunakan istilah Prancis? Nah, saya kurang tahu apakah istilah ini cukup umum di bidang promosi di sana, tetapi dari nada teks yang bernuansa humor ringan, saya menduga Leo ini tokoh kocak yang ingin terkesan keren dengan menggunakan istilah asing. Dia jenis orang yang mengidolakan kolumnis gosip. Lagi pula, dalam bisnis keluarga ini, jelas Max adalah bintangnya, sang desainer, sedangkan Leo hanya memegang peran pembantu. Dia ingin merasa dia juga punya keahlian sendiri, jadi agak lebay orangnya.

Dengan menerjemahkan soirée de publicité, sebenarnya kesan Leo ingin tampil keren ini menjadi hilang. Tetapi, kalau tidak diterjemahkan, pembaca mungkin tidak memahami frasa ini, padahal mereka mengandalkan kita penerjemah untuk mengartikannya buat mereka. Alternatif lain adalah mempertahankan versi Prancis dan menambahkan keterangan dalam bahasa Indonesia, tetapi karena frasa ini muncul di tengah dialog, penambahan keterangan tidak boleh sampai mengganggu kelancaran dialog.

Ulasan 5 – Kalimat 9

“Then why did we pay fifteen thousand dollars for the Royal Suite at the Ritz-Carlton, and what are the rest of these freeloaders doing here besides pigging out on caviar and swilling champagne?”

“Jadi, kenapa kita keluar uang 15 ribu dolar untuk kamar Royal Suite di hotel Ritz-Carlton ini, dan apa kerjaan para benalu ini di sini selain melahap kaviar dan menenggak sampanye?”

Diksi: Kata freeloader berarti “a person who habitually depends on the charity of others for food, shelter, etc”. Dalam bahasa Indonesia, ada juga sebutan untuk orang-orang seperti ini, yaitu benalu, “orang yang menumpang hidup pada orang lain”, atau bisa juga parasit.

Ini satu lagi tanda kekesalan Max. Dalam keadaan normal, orang yang mengadakan pesta tentu senang kalau orang yang diundangnya bisa hadir. Max malah menyebut tamu sebagai freeloader. Terjemahan kata ini pun harus mencerminkan kekesalan Max.

Kata-kata berikut ini saya rasa cukup mengandung konotasi negatif: tukang menumpang, orang-orang yang numpang makan, orang-orang aji mumpung, pengejar gratisan.

Kata-kata berikut ini juga negatif, tetapi saya merasakan kurang cocok untuk diterapkan pada konteks pesta atau makan-minum: pembonceng, pendompleng, tukang bonceng.

Kata-kata berikut ini menurut saya bernada netral, tidak memiliki konotasi negatif: orang-orang, pendatang, orang-orang yang makan-minum gratis, sisanya, tamu-tamu, penumpang gratis,

Makna kalimat: Frasa “what are the rest of these freeloaders doing here” secara harfiah berarti ” apa yang sedang dilakukan para benalu ini di sini?” Maksudnya, kalau cuma Lavinia yang penting, kenapa orang-orang lain ini diundang ke sini? Apa manfaatnya mengundang mereka? Jadi, klausa ini bukan menanyakan apa tujuan para tamu datang ke pesta (mereka datang tentunya karena diundang), tetapi apa tujuan Leo mengundang mereka.

Komentar: Perhatikan lagi dua pilihan kata selanjutnya dari penulis. Dia tidak menggunakan sekadar eat dan drink, tetapi pig out dan swill, memperkuat pandangan negatif Max tentang tamu pesta. Jadi, terjemahannya pun harus merupakan kata makan/minum yang memiliki konotasi negatif atau rakus. Bisa juga ditambahkan kata sifat untuk mencerminkan hal ini, misalnya dengan serakahnya, dengan membabi buta, dengan rakus, dengan lahap.

Diksi: Frasa pigging out berarti “to eat ravenously, gorge oneself” dan bisa diterjemahkan melahap, menggeramus, makan banyak-banyak, menghabiskan, makan sepuasnya. Saya rasa kata makan, memakan, dan menyantap kurang terasa negatifnya, sedangkan menjarah kurang cocok digunakan untuk makanan.

Diksi: Kata swill berarti “to drink greedily or grossly” dan bisa diterjemahkan menjadi menenggak atau minum dengan lahap. Saya rasa kata meneguk, minum, atau mereguk kurang terasa negatifnya.

 

Ulasan 5 – Kalimat 8

She’s the only one we really care about.”

Dia satu-satunya tamu yang kita anggap penting.”

Diksi: Menurut kamus, “If you care about something, you feel that it is important and are concerned about it.” Frasa ini bisa diterjemahkan sebagai penting (bagi kita), pedulikan, perhatikan, butuhkan, pikirkan, perhitungkan. Dalam konteks ini kurang tepat jika diterjemahkan khawatirkan  atau jaga.

Makna kalimat: Kalimat ini sama maknanya dengan “We really care about only her.” Jadi, tidak bisa diterjemahkan dengan makna bahwa Lavinia yang peduli.

Komentar: Hal yang harus diperhatikan dalam menerjemahkan kalimat ini adalah kalimat berikutnya (lagi-lagi konteks!). Kita lihat ada penekanan pada kata “we” di kalimat 9, yang menandakan bahwa Max menggunakan majas ironi lagi untuk menanggapi kata “we” dalam kalimat Leo. Max mengucapkan “kita”, tetapi yang dimaksud Max sebenarnya kira-kira, “Enak aja bilang ‘kita’. Kamu yang menganggap Lavinia penting, kamu yang buang-buang duit $15.000.”

Dalam versi terjemahan, kita juga harus membuat kalimat yang mengesankan Leo menyatakan secara apriori bahwa mereka berdua sama-sama menganggap Lavinia penting. Jadi, sebaiknya tidak ada kata harus atau perlu, karena ini berkesan Leo hanya menganjurkan atau memberi tahu Max bahwa Lavinia ini orang penting. Selain itu, perombakan kalimat yang melenyapkan keterkaitan antara kalimat 8 dan 9 ini juga sebaiknya tidak dilakukan, kecuali memang sudah melalui pertimbangan tertentu.