Ulasan 5 – Kalimat 16-18

People hang on every word this woman writes, every photo she prints.

Orang menyimak setiap kata yang ditulis perempuan ini, setiap foto yang dicetaknya.

Diksi: Frasa hang on di sini berarti “to listen closely or with awe to what someone says”, bisa diterjemahkan menjadi mencamkan, mengikuti, mendengarkan, memperhatikan, mematuhi, menantikan, terpengaruh oleh, berpegang pada.

 

 

She’s a tastemaker, a trendsetter.”

Dia orang yang sangat berpengaruh, pencipta tren.”

Diksi: Kata tastemaker berarti “one that determines or strongly influences current trends or styles, as in fashion or the arts.” Beberapa alternatif yang muncul: penentu, panutan, orang yang sangat berpengaruh, pencipta selera masyarakat, penentu selera, pencipta gaya.

Diksi: Kata trendsetter sebenarnya sudah dikenal di Indonesia, jadi tidak apa-apa juga jika tidak diterjemahkan. Tetapi, mari kita lihat beberapa alternatifnya jika diterjemahkan: pencipta tren, panutan, pencetus tren, pengatur tren, pemimpin tren.

 

 

The door to the suite opened, and Lavinia Begbie entered.

Pintu ruangan itu terbuka, dan Lavinia Begbie pun masuk.

Kalimat sederhana ini diterjemahkan dengan baik oleh semua peserta latihan.

Ulasan 5 – Kalimat 14-15

“For one lousy gossip columnist?”

“Demi kolumnis gosip yang payah?”

Diksi: Kata lousy di sini berarti “inferior or worthless” dan bisa diterjemahkan menjadi buruk, payah, jelek, picisan, murahan.

Makna kata: Frasa gossip columnist berarti penulis kolom gosip di surat kabar.

 

“Gossip? Try fashion guru.

“Gosip? Suhu dunia mode, lebih tepat.”

Diksi: Kata guru dalam bahasa Inggris berarti “a leading authority in a particular field”, berbeda dengan kata guru dalam bahasa Indonesia yang berarti pengajar. Ini disebut false friend, kata yang sama di dua bahasa, tetapi maknanya berbeda. Ini salah satu hal yang harus diwaspadai dalam menerjemahkan.

Frasa fashion guru dapat diterjemahkan menjadi pakar mode, suhu fesyen, pakar busana, ahli mode, ahli busana.

Makna kata: Menurut kamus, “If you try a particular place or person, you go to that place or person because you think that they may be able to provide you with what you want.” Dalam kasus ini, maksudnya Leo menyuruh Max “mencoba” sebutan fashion guru karena Leo menganggap kata itu lebih tepat menggambarkan Lavinia. Terjemahannya dapat kita olah lagi agar lebih wajar dalam bahasa Indonesia, misalnya: bagaimana jika, tepatnya, lebih cocok.

Ulasan 5 – Kalimat 11-13

If Lavinia walked into an empty room, she’d walk right out.

Kalau Lavinia sampai masuk ke ruangan sepi, dia pasti langsung angkat kaki.

Kalimat ini sederhana dan diterjemahkan dengan benar oleh semua peserta, tidak ada yang perlu dibahas.

 

These people are cannon fodder.

Tamu yang lain ini hanya figuran.

Diksi: Frasa cannon fodder berarti “men regarded as expendable because they are part of a huge army”. Karena cerita ini bukan tentang perang, bisa kita simpulkan bahwa frasa ini digunakan sebagai kiasan, bukan secara harfiah sebagai umpan meriam atau umpan. Maknanya di sini adalah bahwa orang-orang ini dianggap tidak penting. Beberapa alternatif: pelengkap

 

I papered the house.”

Kuundang untuk meramaikan saja.”

Diksi: Frasa paper the house berarti “fill (a performance) by giving away free tickets”. Karena adegan ini bukan soal teater dan tidak berkaitan dengan tiket, bisa kita simpulkan bahwa frasa ini digunakan sebagai kiasan. Leo tidak benar-benar membagikan tiket gratis; dia menyebar undangan agar orang hadir dan meramaikan pesta ini.

Ulasan 5 – Kalimat 10

“Max, I don’t tell you how to design jewelry, so don’t go lecturing me on how to plan a soirée de publicité.

“Max, aku tidak pernah mengatur-aturmu soal desain perhiasan, jadi tak usah menceramahiku soal cara merencanakan pesta publisitas ini, soirée de publicité ini.”

Diksi: Kata tell di sini berarti “to give instructions to; direct”, atau memerintah atau mengarahkan. Maksud Leo di sini, mereka tak usah saling ikut campur urusan yang lain, tidak usah saling mengatur atau sok mengajari, lebih baik tetap di bidang keahlian masing-masing, yaitu Max mendesain perhiasan, sedangkan Leo mempromosikannya.

Kata tell di sini bisa diterjemahkan sebagai mengatur, mengajari, menguliahi, menggurui, atau mendikte. Kata ini tidak bisa diterjemahkan sebagai bercerita, menceritakan, memberi tahu, mengatakan, bilang, menyuruh, meminta.

Diksi: Kata lecture bisa diterjemahkan sebagai menceramahi, mengajari, mendikte, atau menguliahi.

Makna kata: Frasa soirée de publicité adalah bahasa Prancis, tetapi tetap harus diterjemahkan agar pembaca Indonesia memahami artinya. Kita bisa menggunakan Google Translate untuk mendapatkan gambaran maknanya, lalu mengonfirmasi hal itu ke teman yang menguasai bahasa itu.

Saya sendiri kebetulan kenal kata soirée, yang sudah diserap ke bahasa Inggris dan ada di kamus, “an evening party or reception.” Kata publicité bisa ditebak artinya. Maka, frasa ini berarti pesta publisitas atau promosi yang diadakan malam hari.

Beberapa alternatif yang muncul: pesta untuk publisitas, pesta promosi. Frasa ini tidak bisa diterjemahkan menjadi publikasi, iklan malam, pesta periklanan, berpromosi, pesta malam

Kesan kalimat: Mengapa Leo menggunakan istilah Prancis? Nah, saya kurang tahu apakah istilah ini cukup umum di bidang promosi di sana, tetapi dari nada teks yang bernuansa humor ringan, saya menduga Leo ini tokoh kocak yang ingin terkesan keren dengan menggunakan istilah asing. Dia jenis orang yang mengidolakan kolumnis gosip. Lagi pula, dalam bisnis keluarga ini, jelas Max adalah bintangnya, sang desainer, sedangkan Leo hanya memegang peran pembantu. Dia ingin merasa dia juga punya keahlian sendiri, jadi agak lebay orangnya.

Dengan menerjemahkan soirée de publicité, sebenarnya kesan Leo ingin tampil keren ini menjadi hilang. Tetapi, kalau tidak diterjemahkan, pembaca mungkin tidak memahami frasa ini, padahal mereka mengandalkan kita penerjemah untuk mengartikannya buat mereka. Alternatif lain adalah mempertahankan versi Prancis dan menambahkan keterangan dalam bahasa Indonesia, tetapi karena frasa ini muncul di tengah dialog, penambahan keterangan tidak boleh sampai mengganggu kelancaran dialog.

Ulasan 5 – Kalimat 9

“Then why did we pay fifteen thousand dollars for the Royal Suite at the Ritz-Carlton, and what are the rest of these freeloaders doing here besides pigging out on caviar and swilling champagne?”

“Jadi, kenapa kita keluar uang 15 ribu dolar untuk kamar Royal Suite di hotel Ritz-Carlton ini, dan apa kerjaan para benalu ini di sini selain melahap kaviar dan menenggak sampanye?”

Diksi: Kata freeloader berarti “a person who habitually depends on the charity of others for food, shelter, etc”. Dalam bahasa Indonesia, ada juga sebutan untuk orang-orang seperti ini, yaitu benalu, “orang yang menumpang hidup pada orang lain”, atau bisa juga parasit.

Ini satu lagi tanda kekesalan Max. Dalam keadaan normal, orang yang mengadakan pesta tentu senang kalau orang yang diundangnya bisa hadir. Max malah menyebut tamu sebagai freeloader. Terjemahan kata ini pun harus mencerminkan kekesalan Max.

Kata-kata berikut ini saya rasa cukup mengandung konotasi negatif: tukang menumpang, orang-orang yang numpang makan, orang-orang aji mumpung, pengejar gratisan.

Kata-kata berikut ini juga negatif, tetapi saya merasakan kurang cocok untuk diterapkan pada konteks pesta atau makan-minum: pembonceng, pendompleng, tukang bonceng.

Kata-kata berikut ini menurut saya bernada netral, tidak memiliki konotasi negatif: orang-orang, pendatang, orang-orang yang makan-minum gratis, sisanya, tamu-tamu, penumpang gratis,

Makna kalimat: Frasa “what are the rest of these freeloaders doing here” secara harfiah berarti ” apa yang sedang dilakukan para benalu ini di sini?” Maksudnya, kalau cuma Lavinia yang penting, kenapa orang-orang lain ini diundang ke sini? Apa manfaatnya mengundang mereka? Jadi, klausa ini bukan menanyakan apa tujuan para tamu datang ke pesta (mereka datang tentunya karena diundang), tetapi apa tujuan Leo mengundang mereka.

Komentar: Perhatikan lagi dua pilihan kata selanjutnya dari penulis. Dia tidak menggunakan sekadar eat dan drink, tetapi pig out dan swill, memperkuat pandangan negatif Max tentang tamu pesta. Jadi, terjemahannya pun harus merupakan kata makan/minum yang memiliki konotasi negatif atau rakus. Bisa juga ditambahkan kata sifat untuk mencerminkan hal ini, misalnya dengan serakahnya, dengan membabi buta, dengan rakus, dengan lahap.

Diksi: Frasa pigging out berarti “to eat ravenously, gorge oneself” dan bisa diterjemahkan melahap, menggeramus, makan banyak-banyak, menghabiskan, makan sepuasnya. Saya rasa kata makan, memakan, dan menyantap kurang terasa negatifnya, sedangkan menjarah kurang cocok digunakan untuk makanan.

Diksi: Kata swill berarti “to drink greedily or grossly” dan bisa diterjemahkan menjadi menenggak atau minum dengan lahap. Saya rasa kata meneguk, minum, atau mereguk kurang terasa negatifnya.

 

Ulasan 5 – Kalimat 8

She’s the only one we really care about.”

Dia satu-satunya tamu yang kita anggap penting.”

Diksi: Menurut kamus, “If you care about something, you feel that it is important and are concerned about it.” Frasa ini bisa diterjemahkan sebagai penting (bagi kita), pedulikan, perhatikan, butuhkan, pikirkan, perhitungkan. Dalam konteks ini kurang tepat jika diterjemahkan khawatirkan  atau jaga.

Makna kalimat: Kalimat ini sama maknanya dengan “We really care about only her.” Jadi, tidak bisa diterjemahkan dengan makna bahwa Lavinia yang peduli.

Komentar: Hal yang harus diperhatikan dalam menerjemahkan kalimat ini adalah kalimat berikutnya (lagi-lagi konteks!). Kita lihat ada penekanan pada kata “we” di kalimat 9, yang menandakan bahwa Max menggunakan majas ironi lagi untuk menanggapi kata “we” dalam kalimat Leo. Max mengucapkan “kita”, tetapi yang dimaksud Max sebenarnya kira-kira, “Enak aja bilang ‘kita’. Kamu yang menganggap Lavinia penting, kamu yang buang-buang duit $15.000.”

Dalam versi terjemahan, kita juga harus membuat kalimat yang mengesankan Leo menyatakan secara apriori bahwa mereka berdua sama-sama menganggap Lavinia penting. Jadi, sebaiknya tidak ada kata harus atau perlu, karena ini berkesan Leo hanya menganjurkan atau memberi tahu Max bahwa Lavinia ini orang penting. Selain itu, perombakan kalimat yang melenyapkan keterkaitan antara kalimat 8 dan 9 ini juga sebaiknya tidak dilakukan, kecuali memang sudah melalui pertimbangan tertentu.

 

 

Ulasan 5 – Kalimat 7

“You can stop calculating,” Leo said, “because now that I know Lavinia is coming, it’s worth every dime.

“Tak usah dihitung lagi,” kata Leo, “karena setelah aku tahu Lavinia akan datang, pesta ini sepadan dengan setiap sen yang dikeluarkan.”

Makna kata: Kata worth berarti “equal in value to something specified”, atau sepadan. Ini berarti ada dua hal yang disepadankan, yaitu it (pesta ini) dan every dime (setiap sen yang dikeluarkan). Menurut Max, pesta ini terlalu mahal, tetapi menurut Leo, pesta ini sepadan dengan biayanya karena Lavinia hadir.

Diksi: Kata dime berarti 10 sen, tetapi ini bersifat idiomatik dan tidak perlu diterjemahkan persis. Ini harus dicarikan padanan yang wajar dalam bahasa Indonesia, bisa sen atau peser, atau semacamnya.

Ulasan 5 – Kalimat 6

I was just enjoying this absolutely exquisite Sancerre and trying to calculate how much this latest junket of yours is costing us.”

Aku kan sedang menikmati anggur Sancerre yang sangat istimewa ini, sambil menghitung-hitung berapa biaya yang harus kita tanggung untuk pestamu yang terakhir ini.”

Komentar: Klausa pertama dalam kalimat ini menggunakan majas ironi, yang ditandai dengan penekanan pada kata exquisite dan pertentangan dengan klausa berikutnya. Barangkali ada yang sudah lupa, majas ironi adalah ketika kata yang diucapkan bertentangan dengan hal yang sebenarnya dimaksudkan. Max sedang menghitung-hitung dengan sebal, jadi sebenarnya dia tidak menikmati minumannya dan tidak merasa Sancerre itu istimewa.

Riset: Dari Wikipedia, kita bisa mengonfirmasi bahwa Sancerre adalah nama anggur. Karena kata ini tidak dikenal umum oleh pembaca Indonesia, kita tambahkan keterangan berupa kata “anggur” (tidak perlu sampai memberi catatan kaki). Selain itu, saya kira lebih baik kita mempertahankan merek Sancerre ini untuk memberi citarasa budaya sumber, daripada menggantinya dengan kata yang lebih umum, seperti minuman.

Diksi: Kata exquisite bisa diterjemahkan sebagai istimewa, berkualitas tinggi, nikmat, sempurna, lezat, mewah, spektakuler. Karena menggambarkan anggur, kata ini tidak bisa diterjemahkan menjadi indah, cantik, elok.

Makna kata: Kata junket berarti “a party, banquet, or outing”, yang bisa diterjemahkan sebagai jamuan makan, perjamuan, pesta makan, acara jamuan makan. Kata ini memang bisa berarti perjalanan, tetapi dari konteks cerita, jelas yang dimaksud adalah pesta. Diadakan di kamar hotel yang luas dan mewah, ada tamu undangan, ada kaviar dan anggur, dengan tujuan mempromosikan untuk perhiasan hasil desain Max. Jadi, kata ini tidak bisa diterjemahkan menjadi perjalanan, perjalanan kerja, hura-hura, pelesir, perjalanan bisnis sekalian pelesir, liburan mewah, bubur susu (?).

Makna kata: Kata cost berarti “to cause or require the expenditure, loss, or sacrifice (of)”. Frasa “is costing us” bisa diterjemahkan sebagai “yang kita tanggung”, tidak bisa diterjemahkan sebagai mengganggu kita.

Ulasan 5 – Kalimat 4-5

Can you stop brooding for twenty minutes?”

Kau bisa berhenti merengut barang dua puluh menit?”

Diksi: Kata brooding berarti “to focus the attention on a subject persistently and moodily; worry”. Jadi, Max tidak hanya sedang memikirkan sesuatu, tetapi ini dilakukannya dengan hati tidak senang. Dari konteks cerita, kita tahu dia sedang kesal memikirkan biaya pesta. Kalau sedang kesal begitu, muka sudah pasti masam ditekuk. Inilah yang diminta Leo untuk dihentikan. Leo ingin Max beramah-tamah dengan Lavinia sebentar.

Dengan pertimbangan ini, saya memilih kata merengut untuk kalimat ini. Alternatif dari peserta latihan yang senada dengan ini adalah cemberut dan merajuk. Ketiga alternatif ini memang lebih mencerminkan aspek moody dalam kata “brooding” dan menghilangkan aspek berpikirnya, tetapi saya rasa pilihan ini lebih tepat dalam konteksnya.

Sebaliknya, kalau kita berfokus pada aspek berpikir, seperti kata merenung, memikirkan hal-hal sedih, mencemaskan hal-hal buruk yang diajukan beberapa peserta, dialog pada kalimat 4-5 jadi terasa aneh. Kalau hanya sekadar merenung, kenapa Max merasa perlu menyangkal di kalimat 5, seolah-olah kegiatan merenung itu tuduhan yang jelek?

Kata melamun dan berkhayal tidak bisa digunakan di sini karena mengandung nuansa berpikir yang berbeda dengan brooding. Kata murung, bersedih, atau bermuram tidak bisa digunakan karena tidak sesuai dengan perasaan Max saat ini.

 

“I’m not brooding.

“Siapa yang merengut?

Komentar: Haha, penyangkalan Max ini tidak bisa dipercaya. Dari kalimat berikutnya kita tahu Max memang sedang “brooding”. Saya bayangkan, dia menggerutu panjang lebar dalam hati, berpikir, “Buat apa sih bikin pesta semahal ini? Berapa coba biayanya? Kamar sekian, makanan sekian. Buang-buang duit aja!”

Ulasan 5 – Kalimat 3

 “Lavinia is on her way up.
“Lavinia sedang naik ke sini.

Kalimat ini sederhana, tetapi banyak yang tidak menerjemahkan kata up. Sebenarnya tanpa kata ini, pesan inti kalimat ini tetap sampai sih. Namun, pertama, saya pribadi lebih suka menerjemahkan selengkap mungkin, selama kalimat yang dihasilkan enak dibaca.

Kedua, teks ini minim deskripsi, jadi sedikit kata yang menggambarkan latar tempat bisa saling memperkuat untuk membentuk bayangan tempat dalam pikiran pembaca.

Misalnya, across the room mengesankan ruangan dalam adegan ini berukuran besar. Lobby menandakan bahwa ruangan ini berada di dalam gedung, entah hotel atau perkantoran. Kata up menunjukkan bahwa ruangan itu berada di lantai tinggi.